bluetooth hack
July 14th, 2007 by theynezhttp://rs2.rapidshare.com/files/33789669/Super_Bluetooth_Hack_v1.07.zip
gunakan dengan bijak
http://rs2.rapidshare.com/files/33789669/Super_Bluetooth_Hack_v1.07.zip
gunakan dengan bijak
Banyak orang berpikir bahwa Tuhan akan selalu melindungi, baik harta, kekayaan, kesehatan, orang-orang yang kita kasihi dan terutama nyawa kita. Kalau kita berpikir bahwa Tuhan selalu melindungi apa yang menurut kita harus dilindungi, maka berarti kita menjadikan Tuhan hanya sebagai “centeng” (pengawal dan penjaga seperti hansip atau anjing penjaga) semata-mata.
Inilah yang dilakukan banyak orang. Mereka merasa sah-sah saja melakukan hal tersebut dan hal itu merupakan sesuatu yang proporsional. Bukankah Tuhan adalah pelidung kita? Orang-orang Kristen seperti ini adalah orang Kristen yang belum dewasa. Orang Kristen seperti ini ditandai dengan sikap hati seperti berikut:
a. Tidak menghayati bahwa dunia ini tidak akan pernah bisa menjadi Firdaus (tempat yang nyaman). Ia selalu berusaha sebisa-bisanya untuk dapat menikmati kenyamanan dari segala fasilitas dunia ini.
b. Tidak mengerti bahwa dunia ini adalah persinggahan sementara untuk menjadi tempat latihan guna persiapan masuk Kerajaan-Nya
c. Tidak menyadari bahwa Tuhan adalah Bapa yang mendidik dan Guru yang mengajar.
d. Mencari keuntungan diri sendiri (opportunis) dengan memanfaatkan Tuhan
e. Tidak mengerti bahwa damai sejahtera yang sesungguhnya adalah damai sejahtera yang mengalir dalam jiwa oleh kehadiran Tuhan dan kebenaran-Nya, bukan karena fasilitas dunia ini.
Pertanyaan serius yang kita perlu perkarakan adalah apakah ada tokoh iman yang menjadi kekasih Tuhan yang tidak mengalami kesulitan?
- Abraham harus kehilangan kesenangan tinggal di Urkasdim dan Ia tidak pernah menemukan gantinya yang serupa
- Yusuf harus kehilangan kesenangannya tinggal dengan ayah yang sangat mengasihinya. Ia kehilangan harga diri, menjadi budak bahkan nama baik karena fitnah nyonya Potifar yang menuduh Yusuf hendak memperkosanya.
- Musa tidak dilindungi Tuhan dari amukan Firaun, maka ia harus melarikan diri dari Mesir.
- Daud harus kehilangan sanak famili dan hidup bertualang sebagai pengembara, nama baiknya rusak bahkan dicap gila, ketika ia harus berpura-pura gila demi keselamatan nyawanya.
- Ayub harus kehilangan seluruh harta dan anak-anaknya bahkan dia dikhianati oleh istrinya sendiri.
TUHAN LEBIH MEMPERHATIKAN KARAKTER DAN HARI ESOK
Tidak sanggupkah sebenarnya Tuhan melindungi kekasih-kekasihNya ini supaya tidak mengalami penderitaan dan keterhilangan apa yang dia kasihi. Tentu sanggup, tetapi Tuhan lebih tertarik melindungi karakter atau kehidupan rohani kita dari pada harta kekayaan kita. Bahkan kadang-kadang Tuhan mengorbankan segala sesuatu dalam hidup kita guna pembentukan kedewasaan dan kesempurnaan kita. Jadi tidak selamanya Tuhan melindungi segala sesuatu yang ada pada kita demi kepentingan kita sendiri. Sebaliknya Tuhan bisa mengorbankan apa saja yang ada pada kita termasuk kekayaan, harta, kesehatan dan orang-orang yang kita kasihi demi kehidupan rohani atau karakter kita agar kita mengambil bagian dalam kekudusan-Nya dan menjadi sahabat Tuhan yang harmonis. Sebagai contohnya dalam kisah hidup Ayub. Dia menyaksikan, bahwa ketika ia sudah mengalami keterhilangan dan penderitaan yang begitu berat maka hasilnya adalah:
- Ia menjadi lebih dewasa dan benar. Inilah yang dikatakan sebagai “akan timbul seperti emas” (Ayub 23:10)
- Ia mengalami Tuhan secara pribadi. Dalam kesaksiannya ia berkata: hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau (Ayub 42:5).
Apa yang terjadi dalam hidup Ayub adalah respon Tuhan terhadap kesungguhan Ayub mencari Tuhan. Dalam Ayub 1 ditunjukan usahanya untuk mencari Tuhan atau bersungguh-sungguh dalam berperkara dengan Tuhan. Ia adalah orang yang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Tetapi dimata Tuhan ia belum murni. Ketidakmurniannya nampak dalam apa yang ditulis di Ayub 1:5. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati”. Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
Tindakan Ayub ini sangat agamawi dan bisa dipandang sempurna benar dimata manusia. Tetapi Allah memandang Ayub harus keluar dari hidup keagamaannya dan berdiri dipihak Tuhan yang hanya memikirkan perkara-perkara sorgawi. Inilah kemurnian itu. Tindakan Ayub selama itu masih usaha untuk “bergandeng dengan Tuhan” untuk memperoleh keuntungan dari padaNya. Setelah proses yang sangat menyakitkan dan menyengsarakan barulah Ayub menjadi murni Dalam 2Korintus 4:16-18. sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, karena yang kelihatan hanya sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. Kalimat penting yang kita hendak perhatikan adalah “penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal”. Disingkapkan oleh Paulus adanya penderitaan yang “mengerjakan” kemuliaan kekal. Kita akan menggali maksud ayat ini, sebab ayat ini merupakan mutiara kebenaran Firman Tuhan yang sangat berharga. “Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal”. Dalam 2Korintus 4:17 kata penderitaan terjemahan dari “thlipsis” yang bertalian dengan kata “thlipbo”. Kata “thlipsis”bisa diterjemahkan sebagai penderitaan (affiliction); kesedihan yang mendalam (anguish); burdened (beban); persecution (aniaya); tribulation (kesengsaraan). Kata “thlipsis” juga bisa berarti “tekanan”.
“Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal”. Kata kedua yang kita pelajari adalah “mengerjakan”. Mengerjakan disini artinya “menyebabkan, membangun atau membentuk” dari kata “katergatazetai” (Ing. Cause, perform, work). Ada jenis penderitaan yang mengerjakan atau membangun atau membentuk kemuliaan kekal. Dalam hal ini kemuliaan kekal tidak diberikan cuma-cuma, tetapi melalui sebuah proses “penderitaan” yang harus dialami orang percaya.
Sayang sekali banyak orang Kristen berpikir bahwa keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus didalamnya otomatis termasuk kemuliaan kekal. Hal ini keliru sekali. Tanpa pertumbuhan yang normal dan pelayanan kepada Tuhan Yesus yang melibatkan seluruh kekuatan hidupnya. Tentu mereka tidak mengerti apa artinya mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budi.
Dalam Roma 8:18 Paulus mengatakan bahwa penderitaan yang kita alami hari ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang kita alami nanti. Pernyataan ini menandaskan adanya penderitaan mendatangkan “kemuliaan”. Dengan pernyataan ini Paulus meneguhkan hati orang percaya agar tetap bertahan dalam penderitaan agar kemuliaan yang disediakan Tuhan bagi orang percaya yang setia tetap menjadi bagiannya. Masalahnya kemudian, apakah kita memberi diri untuk dibentuk Tuhan menjadi pribadi yang dilayakkan menjadi anggota kerajaan Allah hari ini dan masa depan? Kebodohan banyak diantara kita hari ini adalah tidak mengerti apa hidup itu, mereka hanya mengerti kebutuhan fisiknya hari ini, mereka hanya mengerti kebutuhan manusia menurut ukuran dunia. Tentu mereka tidak belajar mengenal jalan Tuhan.
Contoh yang paling jelas adalah ketika Tuhan membiarkan duri dalam daging melekat dalam diri Paulus. Satu sisi menjadi penderitaan bagi paulus tetapi pihak lain menjadi alat pengendali supaya Paulus tidak menjadi sombong. Sekalipun Paulus sudah memohon berulang kali tetapi Tuhan tidak mengabulkan doanya (tentang hal itu aku sudah tiga kali aku berseru kepada Tuhan, supaya utusan iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaku menjadi sempurna. “Sebab itu terlebih suka bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi Aku, (2Kor 12:8-9). Tuhan mengijinkan utusan iblis tetap menetap menjadi sesuatu yang menyakitkan dan tidak menyenangkan bagi Paulus. Sebagai respon atas doa Paulus Tuhan memberi anugerah, yaitu kesanggupan untuk memikulnya atau bertahan dalam kehidupan yang membuat duri dalam daging. Hal ini terjadi agar Paulus terhindar dari neraka kekal.
- Setelah Abraham kehilangan kesenangan tinggal di Urkasdim dan ia tidak pernah menemukan gantinya yang serupa (Kej 12; Ibr 11:13-15). Ia digiring hanya merindukan kerajaan-Nya.
- Setelah Yusuf kehilangan kesayangannya tinggal dengan ayah yang sangat mengasihinya, kehilangan harga dirinya, menjadi budak bahkan nama baik karena fitnah nyonya Potifar yang menuduh Yusuf hendak memperkosanya (Kej 37-39). Ia menjadi penguasa yang bijak dan menyelamatkan banyak orang.
- Setelah Musa melarikan diri dari Mesir (Kel 3:1-25). Dari seorang pangeran menjadi gembala domba, barulah ia menjadi pemimpin besar.
- Setelah Daud kehilangan sanak famili dan hidup bertuaklang sebagai pengembara, nama baiknya rusak bahkan menjadi orang dicap gila (1Sam16-18) akhirnya ia menjadi raja yang melambangkan Mesias.
- Setelah Ayub kehilangan seluruh harta dan anak-anaknya bahkan ia dikhianati oleh istrinya sendiri (Ayub 1:1-22; 2:1-13). Ia menjadi seperti emas murni dan mengenal Tuhan dari pengalaman pribadinya sendiri.
Mereka ada untuk dicinta.
Terbayanglah kekesalan yang hampir tercipta akibat perbuatan dan tingkah nakal mau pun pembangkangan mereka siang tadi. Terlintaslah amarah yang nyaris meluap saat mereka tak mendengar perintah mau pun ketika peraturan terlanggar. Beruntung kekesalan itu hanya sempat mampir di kepala dan tak sampai keluar makian kasar yang pasti akan melukai telinga dan hati mereka.
Bersyukur amarah ini tak sekali pun sempat membuat mereka melihat saya seperti monster yang menakutkan. Mereka hanya anak-anak yang sangat pantas dan bisa sangat dimaafkan ketika berbuat kesalahan. Jiwa mereka masih sangat rapuh untuk menerima kalimat dan perilaku kasar orang tua hanya karena kesalahan kecil yang mereka pun mungkin tak sadar kalau itu benar-benar sebuah kesalahan.
Bisa jadi letak kesalahan justru terletak pada orang tua yang terlalu kaku membuat peraturan, mengekang kebebasan mereka sebagai individu yang meski masih kecil tetap saja seorang manusia yang berhak dan bebas memilih untuk melakukan yang terbaik menurut mereka.
Tugas orang tua bukan melarang atau memerintah, tapi lebih kepada mengarahkan agar mereka tetap berada pada jalur yang sebenarnya. Menatap kembali wajah-wajah bersih itu dalam tidur mereka yang mungkin sedang memimpikan Ayah dan Ibu yang tengah menimang dan membuai penuh kasih,tergambar jelas tak sedikit pun ada dosa di diri mereka. Kalau mau menghitung-hitung, jangan-jangan justru kita lah yang lebih banyak berbuat kesalahan terhadap mereka dibanding jumlah kesalahan kecil mereka.
Saya teringat banyak kejadian di luar. Misalnya ketika di sebuah angkot seorang ibu memaki anaknya yang masih berusia empat tahun -dari posturnya seukuran anak saya- dengan kalimat yang sangat belum waktunya anak sekecil itu mendapatkannya. Belum lagi tempelengan yang sempat mampir di kepalanya. "goblok lu ya, kalau jatuh mampus luh," hanya karena ia sempat melongok ke arah pintu angkot. Sebuah kesalahan kecil yang mestinya bisa disikapi lebih bijak dengan sebuah nasihat lembut. Atau ketika isteri saya bercerita tentang seorang ibu dari teman sekolah anak kami di TK. Anaknya terjatuh saat berlari, "Nyungsep sekalian biar bonyok tuh muka. Udah dibilangin jangan lari," itu pun masih ditambah satu tamparan di kepala. Yang pasti itu tak meredakan tangis si anak, bahkan membuat memar di lututnya semakin perih terasa hingga ke hati.
Mengusap bulir keringat di kening mereka dan membelai rambutnya saat tidur membuahkan pertanyaan di benak ini, haruskah bintang-bintang sejernih ini mendapatkan perlakuan sekasar itu? Lihat saja senyum mereka saat terlelap, dan dengarkan hati mereka bernyanyi dalam mimpi. Anda akan mendengarkan nyanyian riangnya jika Anda memperlakukannya sepanjang hari seperti halnya Anda tengah menciptakan sebuah mimpi indah untuknya.
Namun jangan terperanjat ketika tengah malam tidur Anda terusik saat ia mengigau dan berteriak ketakutan. Hanya rintihan yang bisa terdengar dari mimpinya karena sepanjang hari ia hanya mendapatkan kecemasan dan ketakutan dari kalimat kasar, delikkan mata dan ayunan keras tangan Anda ke tubuh mereka.
Tak seekor nyamuk pun pernah saya persilahkan untuk menyentuh setiap inci kulit mereka. Lalu kenapa masih ada yang tega mencederai anak-anak, padahal dalam berbagai dongeng mereka selalu mendengar bahwa yang kasih dan cintanya tak terbanding itulah Ayah dan Ibu.
Coba sentuh dengan lembut wajah halusnya saat tidur, itu akan membuatnya bermimpi indah seolah tengah terbaring di pangkuan bidadari. Anak-anak tak pernah membenci orang tuanya, bahkan saat mereka mendapatkan perlakukan kasar dari orang tua pun, tetap saja nama Ayah atau Ibu yang mereka panggil saat menangis. Anak-anak tak pernah berdosa terhadap orang tuanya, justru kebanyakan orang tua yang berdosa kepada mereka dengan makian kasar dan pukulan menyakitkan. Anak-anak tak pernah benar-benar membuat orang tua kesal, orang tua lah yang teramat sering membuat mereka kecewa mendapati Ayah dan Ibunya tak seindah syair lagu yang selalu diajarkan guru di sekolah.
Ah, kadang orang tua baru menyadari bahwa anak-anak hadir untuk dicinta saat ia terbaring lemah di salah satu tempat tidur di bangsal anak-anak. Atau ketika Tuhan mencabut amanah itu dari kita. Menangiskah kita?
Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?
CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?
CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?
P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?
CS: Program apa saja yang sedang aktif?
P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.
CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?
P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?
CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.
P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?
CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?
CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.
P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?
CS: Apa pesannya?
P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?
CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA-KASIH"-i mesin anda sendiri sebelum men-"CINTA-KASIH"-i orang lain.
P: Lalu apa yang harus saya lakukan?
CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?
P: Ya, sudah.
CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori "MYHEART" MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.
P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?
CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.
P: Apa?
CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang
anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi
nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta"
———- KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "angan menangis anakku,Aku tidak kesakitan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! " Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki begitu banyak sahabat. Mungkin terkesan amat klise namun ijinkanlah saya berbagai cerita tentang pengaruh para sahabat saya. Mereka tidak hanya membuat saya makin baik dari hari ke hari tetapi senantiasa menyemangati saya ketika saya sedang patah semangat. Tak terbayangkan apa jadinya hidup ini tanpa mereka. Saat-saat senang, bisa kami nikmati bersama sehingga kegembiraan itu berlipat ganda nilainya. Begitu pun saat-saat susah, kami saling berbagi, saling memberi semangat dan saling mendoakan sehingga beban hidup pun berkurang beratnya.
Sahabat-sahabat saya sangat mempengaruhi pola pikir saya. Sebagian dari mereka bahkan usianya jauh di atas saya. Itulah yang terkadang membuat sebagian orang terkadang mencap saya terlalu cepat dewasa. Bagi saya, itu sah-sah saja. "Lagipula tak ada salahnya kita lebih cepat dewasa daripada terlambat dewasa," begitu nasihat seorang sahabat saya.
Sahabat-sahabat saya membuat saya lebih bergairah dalam mengarungi hidup ini. Jelas sekali bagi saya kalau kesuksesan hidup sangat tergantung pada bantuan dan dukungan orang lain, terutama mereka yang paling dekat dengan kita (baca: sahabat). Itulah sebabnya pakar hubungan antar manusia, Les Giblin pernah mengatakan 90 persen kegagagalan dalam kehidupan seseorang adalah karena gagal dalam membina hubungan baik dengan orang lain. Sebuah penelitian bahkan mengatakan kalau kesuksesan seorang salesman 85 persen ditentukan oleh kemampuan berhubungan baik dengan orang lain ( people knowledge) dan hanya 15 persen ditentukan oleh pengetahuan tentang produk ( product knowledge).
Meski pun hampir semua dari kita menyadari bahwa kita perlu orang lain toh tetap saja terkadang kita bertingkah sebaliknya. Tampaknya benar bahwa setiap manusia cenderung egois, lebih tertarik kepada dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Setiap orang ingin merasa dirinya penting, berharga dan punya nilai. Inilah yang membuat kita terkadang susah membina sebuah persahabatan. Tidak berlebihan kiranya kalau mentor saya, Pak Andrie Wongso pernah berpesan, "Salah satu hal yang paling sulit dilakukan adalah merendah di hadapan orang lain." Ya, kerendahan hati seolah menjadi "barang langka".
Ada sebuah pepatah bijak yang kiranya bisa menjadi acuan bagaimana kita bisa membina hubungan baik dengan orang lain: Aku pergi keluar mencari sahabat, tak kutemukan satu pun. Aku pergi keluar untuk menjadi sahabat, kutemukan sahabat di mana-mana. Ya, cara mencari sahabat adalah dengan menjadi sahabat terlebih dahulu bagi orang lain. Belajarlah menghargai orang lain dan memahami sudut pandangnya. Buatlah orang lain merasa nyaman ketika berada dekat kita.
Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan belajar mendengarkan. Mendengarkan tidak sama dengan mendengar. Mendengar hanya membutuhkan telinga tetapi mendengarkan membutuhkan telinga, hati dan pikiran. Dale Carnegie bahkan menegaskan, "Anda bisa memiliki lebih banyak teman dalam waktu 2 minggu dengan menjadi pendengar yang baik daripada 2 tahun dengan berusaha membuat orang lain tertarik kepada Anda." Itulah sebabnya Frank Tyger menyatakan kalau persahabatan sejati terdiri dari telinga yang mau mendengarkan, hati yang mau memahami dan tangan yang siap menolong. Terkadang saya berpikir, kalau dalam hidup ini kita mau belajar untuk saling mendengarkan rasanya jumlah konflik bisa kita minimalisir.
Hal yang juga penting dalam membangun sebuah persahabatan adalah ketulusan. Berbuat baiklah kepada orang lain semata-mata karena ia adalah manusia. Bukan karena kita mengharapkan sesuatu darinya. Ketulusan memang sulit dibuktikan. Ia biasanya hanya akan terlihat seiring perjalanan waktu. Bahkan kerap terbukti ketika yang bersangkutan telah tiada.
Ketulusan memang lebih mudah diucapkan dan dituliskan daripada dipraktekkan sebab ia berasal dari lubuk hati yang paling dalam, yang hanya memberi dan tak pernah berharap akan mendapatkan balasan. Sesungguhnya, dalam sebuah hubungan hanya ada 2 aktivitas utama: mengambil atau memberi ( take or give). Kalau kita senantiasa memberi -apalagi dengan penuh ketulusan- cepat atau lambat kita akan menerima balasannya meski kita sendiri barangkali tidak pernah mengharapkannya. Itu hukum mutlak yang sulit dibantah!
Pemberian yang saya maksudkan di sini tidak hanya berupa materi. Kita bisa memberi waktu, perhatian bahkan senyuman kepada orang lain. Seorang sahabat malah berujar kalau senyuman adalah lengkungan kecil yang bisa meluruskan banyak hal. Senyuman bisa seketika mencairkan hubungan yang beku. Lagipula untuk tersenyum kita hanya memerlukan 14 otot dibandingkan untuk cemberut yang membutuhkan 72 otot.
Jika ketulusan masih sulit untuk dipraktekkan, coba hayati nasihat dari seorang Mahaguru Kebenaran, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Kalau kita ingin orang berlaku jujur terhadap kita, hendaklah kita yang mulai berlaku jujur terhadap mereka.
Selanjutnya, belajarlah menerima perbedaan yang ada. Jangan memaksakan orang lain menjadi seperti kita. Ingatlah bahwa setiap manusia adalah unik. Dan, seperti kata Henry Ford, "Sahabat terbaik saya adalah orang yang dapat membuat saya menjadi yang terbaik". Bukan menjadi seperti dirinya!
Richard Exley pernah menulis sebuah syair indah mengenai persahabatan. "Sahabat sejati adalah orang yang mendengar dan memahami saat Anda membagikan perasaan Anda yang terdalam. Dia mendukung pada saat Anda berjuang; mengoreksi dengan lembut dan penuh kasih pada saat Anda berbuat salah; serta mengampuni pada saat Anda gagal. Seorang sahabat sejati mendorong Anda bertumbuh menuju potensi maksimal Anda. Dan yang paling mencengangkan, dia merayakan keberhasilan Anda seperti keberhasilannya sendiri," kata Richard.
Ya, kehadiran sahabat akan membuat hidup kita makin bernilai. Terkadang, tanpa disadari, kita telah memiliki semacam jaringan persahabatan yang kalau terus-menerus kita bangun jaringan ini akan semakin bertambah luas dan kuat. Bahkan, bukan tidak mungkin ini akan bisa menjadi sebuah jaringan bisnis yang kokoh di kemudian hari. Siapa tahu? ***
Akhirnya, selesai juga karya tulis buat ikutan lomba "karya tulis online plasa.com"
tinggal nunggu hasilnya
aja tanggal 2 april nanti
juara ato engga bukan masalah, yang penting udah dapet pengalaman ;p
nambah lagi exp gw ^_^
kalo menang syukur bangetttttttttt, hadiah uang tunainya 50% bakal gw kasih buat persembahan di gereja gw ^_^ (janji nih)
doain ya
JB